Listrik masuk dalam kelompok, perumahan air listrik dan bahan bakar. Pada April 2025 mengalami inflasi sebesar 6,6% dan andil 0,98%.
“Komoditas yang dominan dorong inflasi pada kelompok ini adalah kelompok tarif listrik yang beri andil inflasi 0,97%,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Jumat (2/5/2025)
Komoditas lain adalah emas perhiasan, dengan andil 0,16%. Bawang merah juga mengalami kenaikan harga dengan andil 0,06%, cabai merah 0,04% dan tomat 0,03%.
Sementara itu, cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan harga. Andil deflasi dari masing-masing mencapai 0,08%, 0,06% dan 0,04%.
Kendati demikian, seorang antropolog percaya bahwa manusia purba itu masih bertahan hingga saat ini, di pulau terpencil dengan sumber air panas di sebelah timur Laut Jawa.
Gregory Forth, seorang profesor antropologi di Universitas Alberta telah menghabiskan puluhan tahun meneliti Homo floresiensis (spesies manusia purba berukuran kecil yang mendiami Pulau Flores).
Dipercaya bahwa manusia setinggi satu meter itu masih bertahan setelah ratusan ribu tahun. Karena ukurannya yang lebih kecil dari manusia pada umumnya, Homo Floresiensis juga sering mendapat julukan sebagai Hobbit dari Liang Bua.
Mengutip National Post, Forth mengatakan dia berbicara dengan 30 penduduk setempat yang mengatakan mereka pernah melihat manusia seperti kurcaci di hutan Flores.
Dalam sebuah kutipan buku, Forth bercerita tentang percakapannya dengan seorang pria yang mengaku menemukan tubuh hominoid wanita tua. Tubuh wanita itu ditutupi rambut berwarna terang seperti anak anjing dengan payudara yang mencolok dan ekor yang sangat pendek.
Tubuh lain digambarkan memiliki kepala hampir sama dengan manusia dan tubuhnya ditutupi oleh rambut abu-abu muda, wajahnya mirip monyet dan hidungnya seperti tengkorak.
Pada 2003, jejak keberadaan manusia kurcaci ditemukan oleh sekelompok peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Indonesia. Mereka menemukan kerangka hampir lengkap dari seorang wanita dewasa setinggi sekitar satu meter, dengan bobot hanya 30 kilogram, di sebuah gua batu kapur besar di Flores.
Wanita yang diperkirakan meninggal 18.000 tahun lalu itu dikenal sebagai Hobbit, dan digambarkan oleh National Geographic sebagai manusia paling ekstrem yang pernah ditemukan. Bersama dengan kerangka itu ditemukan tulang-tulang gajah kerdil, komodo dan tikus raksasa.
Kerangka wanita itu berbeda dari Homo sapiens karena dia memiliki panggul yang lebar dan bahu yang bungkuk. Meski demikian, tidak diketahui kapan spesies Homo floresiensis, dengan tengkorak seukuran jeruk bali itu punah.
Museum Australia mengakui bahwa ada cerita legenda lokal di Flores tentang Ebu Gogo – penghuni gua kecil, berbulu, berukuran serupa dengan Homo floresiensis.
Hasil keringatnya setiap hari yang tak seberapa itu dibagi-bagi sesuai keperluan. Ada yang digunakan untuk hidup sehari-hari. Lalu ada yang disimpan sebagai bekal memperpanjang kontrak rumah. Sedangkan, ada juga yang digunakan untuk membeli kupon undian.
Kupon undian yang dimaksud adalah Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). Sejak 1 Januari 1989, SDSB merupakan kupon undian yang diselenggarakan pemerintah.
Rakyat bisa membeli kupon mulai dari harga Rp1.000 sampai puluhan ribu. Kelak, uang undian digunakan pemerintah untuk modal pembangunan.
Sebagai timbal balik, pemerintah memberikan hadiah miliaran rupiah yang ditentukan berdasarkan kocokan kupon pembelian. Tentu, dengan peluang menang sangat kecil.
Sayat melihat kupon ini sebagai cara melepas jeratan kemiskinan. Hampir setiap minggu dia membeli kupon undian dengan harapan mendapat Rp1 miliar.
Sayang, tak pernah sekalipun kupon yang dia beli sesuai dengan kocokan pemerintah. Sampai akhirnya, keajaiban terjadi pada Rabu, 9 Mei 1990.
Tepat pukul 23.30, Sayat memutar radio yang bisa mengumumkan pemenang SDSB. Dia pun mendengar secara seksama ucapan penyiar yang menyebutkan angka pemenang kupon undian.
“Delapan, empat, sembilan, tiga, tujuh…. dan terakhir sembilan!,” ungkap si penyiar, dikutip harian Waspada (17 Mei 1990).
Saat penyiar mengucapkan angka terakhir, Sayat langsung terperanjat. Ternyata, seluruh angka cocok dengan kupon yang dia punya. Artinya, Sayat sah mendapat Rp1 miliar dari pemerintah.
“Lelaki renta dan keriput ini keluar rumah yang berdinding bambu untuk sujud mencium tanah halamannya,” tulis pewarta harian Waspada.
Tangis sang istri pun pecah. Apa yang selama ini menjadi mimpi, benar-benar terwujud di tengah malam.
Esok hari, Sayat melaporkan kemenangan ke pihak terkait. Setelahnya, seisi kota Magelang pun heboh sebab ada tukang becak mendadak jadi miliarder.
Pada tahun 1990, uang Rp1 miliar sangat besar. Harga rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta, saja mencapai Rp80 juta per unit. Artinya, dengan uang Rp1 miliar, Sayat bisa membeli 12 unit rumah di Pondok Indah.
Lalu, harga emas pada 1990 hanya Rp20 ribu per gram. Dengan uang Rp1 miliar, Sayat bisa memborong 50 Kg emas. Berarti jika dikonversikan melalui penyetaraan harga emas (1 gram: Rp1 juta), diketahui uang Rp1 miliar setara Rp50 miliar pada masa sekarang.
Uang miliaran akan diserahkan langsung oleh Menteri Politik, Hukum, dan HAM, Sudomo, di Jakarta. Untung, Sayat sadar akan investasi dan memilih tak menghambur-hamburkan uang.
Kepada Waspada, dia mengatakan akan menggunakan setengah dari uang itu untuk ditaruh di deposito. Sedangkan sisanya, akan dipakai beli rumah dan modal hidup anak-anaknya.
Dia juga mengatakan tidak akan lagi mengikuti SDSB. Toh, dia sudah jadi miliarder. Alhasil, dia memilih untuk fokus ibadah, bangun masjid, dan mengasuh anak-cucu hingga ajal menjemput.
Meski begitu, kisah Sayat tak bisa menjadi contoh sebab SDSB tak ada bedanya dengan perjudian pada masa sekarang. Hanya saja, SDSB kala itu dilegalisasi pemerintah melalui Kementerian Sosial.
Pada akhirnya, kisah-kisah seperti Sayat tak ada lagi sebab SDSB diberhentikan pada 1993.
CMO Oppo Indonesia Patrick Owen menjelaskan, ketipisan itu karena engsel yang dipasangkan pada Find N5.
Engsel di ponsel ini menggunakan bahan titanium alloy flexion hinge, yang merupakan bahan yang digunakan pada pesawat jet, super kuat tapi juga super ringan.
“Slim yet powerful, 26 persen lebih tipis, tidak perlu khawatir dengan durability,” ujar Patrick di atas panggung peluncuran di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Oppo Find N5 punya ketebalan 8,93 mm saat dilipat dan 4,21 mm saat dibuka, serta bobot 229 gram.
Foto: Oppo resmi merilis posel lipat Find N5 di Indonesia. Find N5 diklaim menjadi smartphone lipat paling tipis di dunia, Rabu (30/4/2025). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi) Oppo resmi merilis posel lipat Find N5 di Indonesia. Find N5 diklaim menjadi smartphone lipat paling tipis di dunia, Rabu (30/4/2025). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)
Patrick menyebut ketebalan Find N5 hanya setebal paspor atau dua koin yang ditumpuk.
Dari segi desain, Find N5 mengusung tampilan premium dengan bodi ramping, pinggiran membulat, yang memberikan kesan elegan sekaligus nyaman digenggam dan mudah masuk ke kantong.
Layar utama ponsel ini memiliki luas 8.12 inch (2480 x 2248 pixels) 2K AMOLED dengan kecerahan 2.100 nits, dan Ultra Thin Glass protection.
Sementara layar cover Find N5 6.62 inch(2616 x 1140 pixels) FHD+ AMOLED dengan kecerahan 2.450 nitss, Ultra-Thin Nanocrystal Glass protection.
Ditenagai oleh chipset terbaru, Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3, performa gadget ini tidak perlu diragukan.
Dipadukan dengan RAM 16GB dan penyimpanan internal 512GB, N5 didesain untuk multitasking dan penyimpanan file besar.
Untuk kebutuhan fotografi, gadget ini dilengkapi dengan sistem tiga kamera di bagian belakang, 50MP kamera utama, 50MP telephoto, 8MP ultra-wide. Sedangkan kamera depan di masing-masing layar 8MP.
Bicara soal daya tahan, perangkat ini membawa baterai 5600 mAh, 30% lebin besar dari foldable lain.
Oppo Find N5 mendukung multitasking dengan Boundless View, yang memungkinkan tiga aplikasi dibuka secara proporsional.
Perangkat ini juga sudah dilengkapi dengan O+ Connect yang dapat mengintegrasikannya dengan Mac.
Tak ketinggalan, fitur AI juga disematkan pada ponsel ini, termasuk live translation, on-screen translation, camera translation, AI Call Summary, dan AI Writer.
Soal harga, Oppo Find N5 dibanderol dengan harga Rp 27.999.000 di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, LG hengkang di tiga joint venture (JV) dari total empat JV rantai pasok kendaraan baterai listrik di Tanah Air. Proyek yang masih dijalani LG adalah kerja sama antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution melalui PT HLI Green Power dan telah beroperasi dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 10 Giga Watt hour (GWh).
Sedangkan, perusahaan China yakni Huayou yang disebutkan Rosan, sudah bertemu dengan dirinya bahkan sejak hari Sabtu pekan lalu. Pertemuan tersebut akan berlanjut untuk membahas kelanjutan investasi menggantikan posisi LG tepatnya pada bulan Mei 2025 mendatang.
“Sabtu malam mereka datang. Dan insya Allah nanti kita akan lanjutkan lagi pembicaraan lebih detailnya ini pada bulan Mei,” kata Rosan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Pada kesempatan berbeda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah kabar terkait hengkangnya perusahaan asal Korea Selatan, yakni LG Energy Solution dari salah satu proyek baterai di Indonesia.
Menurut dia, keputusan lanjut atau tidaknya LG di salah satu proyek sejatinya berada di tangan pemerintah. Ia pun mengaku bahwa pihaknya memilih mengakhiri negosiasi lanjutan dengan LG karena lamban dan memilih menjalankan proyek ini dengan perusahaan asal China yakni Huayou.
“Itu bukan LG yang pergi tapi memang pemerintah memutuskan untuk menggantikan LG dengan Huayo untuk men-cover itu dan itu kami yang menandatangani surat itu. Cuma saya nggak umumkan aja Itu sudah terjadi 3-4 bulan lalu, dari Januari,” kata Bahlil ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (28/4/2025).
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan mitra tambahan untuk proyek pembangunan baterai berkapasitas 20 GWh tersebut. Meski demikian, ia belum mengungkapkan mitra yang dimaksud, hanya saja mitra baru tersebut merupakan salah satu perusahaan baterai terbesar dunia.
“Nanti kita umumkan ya Ini salah satu perusahaan yang masuk 7 besar di dunia nggak mungkin dong Kita memasukkan partner yang belum comply dan belum teruji semuanya sudah teruji,” kata Bahlil.
Sementara itu, saat disinggung perihal asal negara mitra baru tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah bersikap terbuka terhadap semua investor yang masuk ke Indonesia. “Kita sekarang tidak menghitung mau China, mau Arab, mau Eropa, mau Korea yang mau ke Indonesia aku nggak membedakan,” tambahnya.
Penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa emas memiliki karat yang berbeda-beda yang di dalamnya pun terdapat ukuran kemurnian emas yang berbeda. Karat (k) menunjukkan kemurnian emas, di mana 24k berarti emas murni 100%.
Semakin tinggi karat, semakin murni. Sedangkan, emas dengan kadar rendah seperti 9k dan 10k biasanya digunakan untuk perhiasan yang kuat dan terjangkau karena campuran logamnya yang tinggi membuatnya lebih tahan lama. Karat 12k menawarkan keseimbangan antara kemurnian dan kekuatan, cocok untuk perhiasan sehari-hari yang ingin tampil berkilau namun tetap awet.
Emas 14k sangat populer untuk cincin, gelang, dan kalung karena warna emasnya cerah dan daya tahannya baik. Sedangkan 18k lebih banyak dipilih untuk perhiasan mewah yang mengutamakan kilau dan kemurnian lebih tinggi, walau sedikit lebih lunak.
Karat 22k dan 24k biasanya dipakai untuk emas batangan dan perhiasan tradisional yang bernilai tinggi, tapi kurang cocok untuk dipakai sehari-hari karena sifatnya yang lembut dan mudah rusak. Jadi, pilihan karat biasanya disesuaikan dengan kebutuhan antara kekuatan, keindahan, dan nilai kemurnian emas.
Memahami perbedaan kadar karat emas membantu kita memilih perhiasan yang tepat sesuai kebutuhan dan gaya hidup. Baik untuk investasi, hadiah, atau aksesori sehari-hari, mengetahui kadar dan kegunaannya akan memastikan nilai dan keindahan emas tetap terjaga. Dengan begitu, setiap pilihan emas menjadi keputusan yang cerdas dan memuaskan.
Salah satu contoh paling terkenal adalah Santo Petrus, Rasul Yesus yang diakui sebagai Paus pertama. Dalam Kitab Markus 1:30, disebutkan secara eksplisit bahwa ibu mertua Petrus pernah disembuhkan oleh Yesus. Fakta ini menunjukkan bahwa Petrus telah menikah sebelum mengikuti panggilan ilahi untuk menjadi pemimpin umat.
Selain Petrus, sejarah mencatat nama Paus Hormisdas (memerintah tahun 514-523 M), yang menjadi Paus setelah kehilangan istrinya. Ia memiliki seorang putra, Silverius, yang kemudian juga terpilih menjadi Paus. Kisah ini menjadi salah satu dari sedikit contoh garis keturunan langsung dalam sejarah kepausan.
Lebih jauh, Paus Adrianus II yang menjabat pada abad ke-9 adalah salah satu dari segelintir Paus yang dikenal masih memiliki istri dan anak saat dipilih menjadi Paus. Meski begitu, ia menjalani hidup selibat selama masa jabatannya, dan tidak mencampur urusan rumah tangga dengan tugas spiritualnya. Tragisnya, istri dan anaknya kemudian dibunuh dalam sebuah konflik internal di Roma.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidak pernah ada Paus yang menikah secara resmi selama menjabat sebagai Paus. Setelah Konsili Lateran II pada tahun 1139, Gereja Katolik Roma mewajibkan selibat bagi seluruh klerus, termasuk para uskup dan Paus. Sejak saat itu, semua calon Paus berasal dari kalangan imam dan kardinal yang telah berkomitmen hidup tanpa pernikahan.
Meski zaman berubah, prinsip ini tetap dipertahankan sebagai bentuk totalitas pengabdian kepada Tuhan dan umat. Kisah para Paus yang pernah menikah menjadi pengingat bahwa kepemimpinan spiritual tidak selalu lahir dari kehidupan yang “steril”, namun juga dari pengalaman manusiawi yang mendalam termasuk cinta, keluarga, dan kehilangan.
Dilaporkan Harian Merdeka (25 Desember 1954), berlian tersebut memiliki berat 30 karat dan dihargai Rp500 ribu di pasar kala itu. Jangan remehkan angka itu, pada 1954 satu gram emas dihargai sekitar Rp86. Artinya, uang Rp500 ribu setara dengan 5,8 kilogram emas, yang jika dikonversi ke nilai saat ini mencapai sekitar Rp6 miliar.
“Orang itu, yang sebelumnya hidup dalam kemiskinan, seketika berubah menjadi sangat kaya,” tulis Harian Merdeka.
Ternyata, fenomena menemukan berlian di Sungai Barito bukanlah kejadian langka. Masih dari laporan yang sama, beberapa warga lainnya juga beruntung menemukan berlian dengan karat bervariasi, mulai dari 22 hingga 50 karat, dengan nilai jual hingga Rp850 ribu.
Banyaknya penemuan ini bahkan melahirkan profesi baru: para pemburu berlian yang menyusuri sungai-sungai di Kalimantan.
Kalimantan, Surga Berlian Dunia
Penemuan berlian di Kalimantan sebetulnya sudah dikenal sejak lama. Penjelajah Portugis Tome Pires, dalam catatannya Suma Oriental menyebut Kalimantan (yang dijuluki Pulau Khatulistiwa) sebagai daerah penghasil berlian unggulan. Kota-kota pelabuhan seperti Banjar (Kalimantan Selatan) dan Lawe (Kalimantan Barat) dikenal sebagai pusat perdagangan berlian untuk ekspor.
Pires bahkan menyebut berlian Kalimantan sebagai yang terbaik di dunia, kualitasnya tak tertandingi daerah lain mana pun. Tak hanya Pires, Thomas Stamford Raffles (Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1811-1816) juga mencatat kemudahan menemukan berlian di Kalimantan. Dalam History of Java (1817), Raffles menyebut berlian bisa ditemukan di sungai, kaki bukit, hingga dataran biasa. Semakin dalam digali, semakin bagus pula kualitasnya.
Tak heran, sejak abad ke-18, penjajah Eropa menjadikan berlian Kalimantan sebagai komoditas penting, selain rempah-rempah. Tercatat, sejak 1738, Belanda mengekspor berlian senilai US$200 ribu hingga US$300 ribu per tahun, mempercantik perhiasan para bangsawan dunia.
Mengutip Live Science, sel-sel otak yang disebut mirror neuron (sel saraf neuron) kemungkinan berperan dalam menguap yang menular, kata Dr. Charles Sweet, seorang psikiater bersertifikat dan penasihat medis di Linear Health. Mirror neuron merespons tindakan yang kita amati pada orang lain.
“Saat Anda melihat seseorang menguap, neuron-neuron tersebut aktif. Mekanisme neurologis ini dapat menjelaskan mengapa menguap menyebar dengan mudah dalam kelompok sosial,” kata Sweet.
Penelitian juga menunjukkan bahwa orang dan hewan lebih cenderung menguap sebagai respons terhadap menguapnya orang yang dikenal, dibandingkan dengan orang asing.
Misal, dalam sebuah penelitian tahun 2013, anjing lebih sering menguap saat melihat pemiliknya menguap daripada saat melihat orang asing menguap. Pola ini, yang dikenal sebagai bias keakraban, kemungkinan didorong oleh bias perhatian, menurut Andrew Gallup, seorang profesor pengajar biologi perilaku di Universitas Johns Hopkins.
Salah satu hipotesisnya adalah bahwa menguap yang menular berevolusi untuk meningkatkan deteksi ancaman dalam kelompok, kata Gallup kepada Live Science melalui email.
Dalam sebuah studi pada 2007 yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Psychology, Gallup dan rekan-rekannya menemukan bahwa menguap membantu mendinginkan otak. Efek pendinginan ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan efisiensi pemrosesan mental pada orang yang menguap, menurut hipotesis Gallup.
“Jika menguap menyebar ke seluruh kelompok, hal itu dapat membantu meningkatkan kewaspadaan kelompok terhadap ancaman,” ungkap tim tersebut.
Penelitian terbaru oleh Gallup pada manusia telah menunjukkan bahwa sekadar melihat orang lain menguap dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendeteksi ancaman. Hal ini mendukung gagasan bahwa menguap yang menular meningkatkan tingkat kewaspadaan dalam suatu kelompok.
Hipotesis lain adalah bahwa menguap yang menular berevolusi untuk menjaga keselarasan kelompok. Menguap mengikuti ritme sirkadian alami dan sering kali menandakan transisi antaraktivitas.
“Jadi, ketika menguap menyebar dalam suatu kelompok, hal itu dapat berfungsi untuk menyelaraskan pola aktivitas dan perilaku,” papar Gallup.
Situasi ini memaksa Boeing untuk menarik kembali pesawat-pesawat yang sebelumnya sudah dikirim ke China, dan mempertimbangkan untuk mengalihkan pengiriman ke pasar lain.
“Karena tarif, banyak pelanggan kami di China telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima pengiriman,” ujar CEO Boeing Kelly Ortberg dalam panggilan laporan keuangan kuartal pertama pada Rabu (23/4/2025) waktu setempat, dikutip dari Reuters.
Ortberg menegaskan bahwa permasalahan ini hanya terjadi di China, dan Boeing berencana untuk mengalihkan pesawat-pesawat yang tidak diterima tersebut kepada pelanggan lain yang justru sangat membutuhkan pengiriman lebih cepat karena kelangkaan pesawat komersial global.
Kondisi ini menandai perubahan besar dalam perdagangan pesawat komersial internasional, yang sebelumnya bebas tarif berdasarkan perjanjian penerbangan sipil tahun 1979.
Namun, sejak Presiden Donald Trump meluncurkan ofensif dagangnya terhadap berbagai negara termasuk China, Beijing merespons dengan menerapkan tarif balasan terhadap berbagai produk AS, termasuk pesawat terbang.
Kini, maskapai China yang menerima pengiriman pesawat Boeing harus menanggung beban tarif yang signifikan. Sebuah pesawat 737 MAX baru memiliki nilai pasar sekitar US$55 juta, menurut firma konsultan penerbangan IBA.
Bukti nyata dari dampak ketegangan dagang ini terlihat dalam beberapa hari terakhir. Dua unit Boeing 737 MAX 8 yang semula dikirim ke China pada Maret untuk Xiamen Airlines telah kembali ke pusat produksi Boeing di Seattle.
Pada Kamis lalu, sebuah 737 MAX 8 lainnya meninggalkan pusat penyelesaian Boeing di Zhoushan, dekat Shanghai, menuju wilayah AS di Guam, menurut data pelacakan penerbangan dari AirNav Radar dan Flightradar24.
Pesawat tersebut awalnya ditujukan untuk maskapai nasional Air China, menurut basis data pelacakan Aviation Flights Group.
Pesawat tersebut dikirim dari Seattle pada 5 April, di tengah-tengah masa transisi ketika Trump pertama kali mengumumkan tarif terhadap China dan sebelum Beijing secara resmi memberlakukan tarif balasan yang diperluas terhadap produk AS.
Perjalanan dari Seattle ke Zhoushan yang melintasi Samudra Pasifik sejauh 8.000 kilometer biasanya memang melalui beberapa titik pemberhentian, salah satunya adalah Guam. Di Zhoushan, pesawat-pesawat Boeing menjalani proses akhir sebelum diserahkan ke maskapai China.
Chief Financial Officer (CFO) Boeing, Brian West, menjelaskan bahwa sekitar 10% dari total daftar pesanan komersial Boeing berasal dari China. West mengatakan, pihaknya awalnya berencana mengirimkan sekitar 50 pesawat baru ke China sepanjang sisa tahun ini, namun kini tengah meninjau opsi untuk memasarkan ulang 41 pesawat yang sudah selesai dibangun atau dalam proses produksi.
“Sembilan pesawat lainnya belum masuk sistem produksi. Kami sedang berdiskusi dengan para pelanggan untuk mengetahui niat mereka – apakah masih ingin menerima pesawat atau tidak. Jika diperlukan, kami punya kemampuan untuk mengalihkan slot produksi itu ke pelanggan lain,” kata Ortberg.
Ia menegaskan, “Kami tidak akan terus membangun pesawat untuk pelanggan yang tidak akan menerimanya.”
Data dari Aviation Flights Group menunjukkan bahwa saat ini ada 36 pesawat yang telah dibangun untuk pelanggan China dalam berbagai tahap produksi dan pengujian masih berada di AS, termasuk tiga pesawat yang baru saja dikembalikan.
Selain itu, data internal Boeing menunjukkan bahwa terdapat 130 pesanan yang belum terpenuhi dari maskapai dan penyewa pesawat yang berbasis di China, termasuk 96 unit dari tipe 737 MAX yang menjadi produk andalan Boeing. Sumber industri menyebutkan, sebagian besar dari lebih dari 760 pesanan yang belum diumumkan pembelinya secara resmi kemungkinan berasal dari China.
West tetap optimistis bahwa permasalahan ini bersifat jangka pendek. Ia menyatakan, “Ini adalah tantangan jangka pendek – baik China mulai kembali menerima pesawat, atau Boeing akan menyiapkan pesawat-pesawat ini untuk dipasarkan kembali.”
Permintaan dari pasar lain disebut-sebut tinggi. “Pelanggan terus menghubungi kami, meminta tambahan pesawat,” ujar West.